Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2015

ARTIKEL ILMIAH



PEMANFAATAN TOMAT UNTUK JELI
Artikel ilmiah ini disusun untuk memenuhi ujian praktik Bahasa Indonesia tahun ajaran 2014/2015


Oleh:
Adistiani Wulandari
IX.1 / 02

PEMERINTAH KOTA MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 3
(JUNIOR HIGH SCHOOL)
Jl. Dr. Cipto No.20 Malang 65111 Telp: 0341-362612 Fax 0341-340234
Februari 2015



PEMANFAATAN TOMAT UNTUK JELI
Oleh :
SMP Negeri 3 Malang

Wulandari, Adistiani.  2015. Pemanfaatan Tomat Untuk Jeli.
     Adalah penelitian tentang kuliner dengan pembimbing Dra. Z. Nurlailie

ABSTRAK
Jajanan jeli yang sekarang ini banyak beredar di pasaran mempunyai banyak rasa diantaranya leci, anggur, apel, strawberry, dll. Namun,belum pernah dijumpai jeli dengan rasa tomat. Selain itu, juga belum ada produk olahan lain dari tomat selain jus dan saos. Karena tidak semua orang atau anak – anak menyukai atau bahkan mau memakan buah tomat dan agar tetap dapat memperoleh gizi dari tomat, maka penulis mencoba melakukan penelitian. Dalam karya tulis ilmiah ini metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah studi literatur, observasi, dan penelitian. Berdasarkan hasil studi literatur, tomat juga mengandung pektin yang menjadi prinsip pembuatan jeli. Kemudian dilakukan percobaan membuat jeli dari tomat. Dalam pembuatannya, diperlukan penambahan pektin, karena kandungan pektin pada tomat (0,17% - 0,25%) tidak mencukupi prinsip pembuatan jeli (0,5% - 1,5%).Cara membuat jeli dari tomat sangatlah sederhana. Yaitu dimulai dengan membuat sari buah tomat terlebih dahulu. Kemudian sari buah dicampurkan dengan gula dan tambahan pektin. Campuran tadi dimasak hingga matang. Tanda kematangannya yaitu bila dituangkan jatuhnya terputus – putus dan tercium aroma buah tomat yang khas. Yang terakhir menuangkan adonan ke dalam cetakan. Jeli yang yang dihasilkan dari buah tomat tidak kalah enak dengan jeli pada umumnya. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket, bahwa seluruh sampel telah menyukai hasil jeli dari tomat. Jeli dari tomat ini lebih sehat, karena tidak menggunakan bahan pengawet berbahaya. Buah tomat juga mengadung zat gizi yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin A, kalsium , zat besi, fosfor, protein, dll.


KATA KUNCI :
jeli, tomat, jeli dari tomat

            Sekarang ini ada berbagai macam jajanan anak, salah satunya adalah jeli. Terdapat aneka rasa jeli diantaranya leci, anggur, apel, strawberry, dll. Belum ada dijumpai jeli dengan rasa tomat. Selain itu, belum sering dijumpai produk jajanan anak – anak berbahan tomat selain jus. Maka dibuatlah hasil olahan lain dari tomat, yakni jeli.
Prinsip membuat jeli yaitu buah yang dipilih harus mengandung pektin (senyawa karbohidrat yang berguna membentuk gel jika bereaksi dengan gula dan asam), dengan syarat 0,5% - 1,5%  misanya pisang, apel, pepaya, tomat, dll. Tomat mengandung pektin 0, 17% - 0,25%. Sedangkan tomat yang matang mengandung pektin sekitar 0,22%. Dengan demikian dapat dibuat jeli dari tomat, yaitu produk olahan makanan kental dari sari buah tomat.

METODOLOGI
Berikut adalah waktu penelitian yang dilakukan 2 kali di rumah orang tua sendiri tepatnya Jl. Moch Rasyid Gg. 3.
No.
Hari
Tanggal
Waktu
Kegiatan
1.
Minggu
28 Desember 2014
9.20 – 11.30
Eksperimen I
2.
Selasa
30 Desember 2014
2.00 – 3.50
Eksperimen II







Alat yang digunakan : pisau, blender, panci, kain saring (blacu) atau saringan, dan timbangan. Bahan untuk membuat sari buah tomat : 1 buah tomat tua yang belum matang (100 gr), 1 buah tomat tua yang sudah matang (100 gr), dan 150  ml air. Sedangkan bahan untuk membuat jeli dari tomat: 400 gr sari buah tomat,  3 sendok makan gula pasir, dan 1 sdt pektin (dapat diganti pengental makanan lainnya)
Cara kerja pembuatan sari buah tomat: kulit buah tomat dikupas, dipotong kecil – kecil, lalu masukkan ke dalam panci yang sudah diisi air. Direbus 5 – 10 menit dengan api sedang. Dihancurkan dengan blender hingga halus. Disaring menggunakan kain saring (blacu) atau saringan. Lalu biarkan hingga sari buah dingin. Ditimbang sebanyak 400 gram.
Cara kerja pembuatan jeli dari tomat: memasukkan sari buah tomat dan gula ke dalam panci, lalu dimasak dengan api kecil. Ditambahkan pengental (pektin). Dimasak sambil diaduk – aduk hingga matang. Tanda kematangannya yaitu bila dituangkan jatuhnya terputus – putus dan tercium aroma buah tomat yang khas. Kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan biarkan hingga mengeras. Masukkan ke lemari pendingin agar lebih nikmat.
Berdasarkan angket penelitian, hasil yang diperoleh adalah 100 % sampel atau 10 sampel meyukai hasil jeli dari tomat. Namun, 10% sampel agak menyukai hasil jeli dari tomat.

PEMBAHASAN
Dalam pembuatan jeli dari tomat dilakukan dalam 2 tahap. Yang pertama membuat sari buah tomat terlebih dahulu, kemudian membuat jelinya. Cara membuat jeli dari tomat yakni dengan mencampurkan bahan – bahannya. Kemudian dimasak dengan api kecil hingga matang. Tanda kematangannya adalah bila dituangkan jatuhnya terputus – putus dan tercium aroma buah tomat yang khas. Yang terakhir adalah menuangkan adonan jeli ke dalam cetakan dan dibiarkan hingga mengeras. Seluruh sampel telah menyukai hasil jeli dari tomat tersebut.

KESIMPULAN
Buah tomat dapat dibuat jeli sebab mengandung pektin. Selain itu, tomat mengandung banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Cara membuat jeli tomat dimulai dengan membuat sari buah tomat terlebih dahulu. Kemudian sari buah tomat, gula, dan pengental (pektin) dimasak dengan api kecil hingga matang. Hasil jeli dari tomat memiliki warna merah kekuningan dengan rasa asam & manis, teksturnya-pun sudah cukup kenyal. Berdasarkan hasil angket, semua sampel telah menyukai hasil jeli dari tomat.

SARAN
1.      Sebaiknya dalam membuat jeli dari tomat ditambahkan sedikit pektin atau pengental lainnya dan dalam memasaknya gunakan api kecil.
2.   Sebaiknya orang tua memilih alternatif jeli dari tomat untuk jajanan anak anaknya, karena selain bisa jajan juga diperoleh beberapa manfaat dari kandungan gizi tomat.
DAFTAR RUJUKAN

Anonim.  2013.  Kerja Usaha : Peluang Usaha Pembuatan Jeli Kemasan.
     www.kerjausaha.com. (Diakses tanggal 30 Agustus 2014)
Anonim.  2013.  S1-2014-283716-chapter1.
Anonim.  2013.  Selai dan Jelly Buah.   
Anonim.  2014.  Manfaat Tomat. http://www.manfaat.net/manfaat
     tomat/. (Diakses tanggal 30 Agustus 2014)
http://id.wikipedia.org/wiki/Tomat
Ma'mun, Nurcholis.  2012.  Manfaat Dan Kandungan : Manfaat dan
     kandungan tomat
. http://manfaatdankandungan.blogspot.com. (Diakses
     tanggal 30 Agustus 2014)
 Nurfitriliani.  2013.  Nurfitriliani: Buah Mengandung Pektin dan Vitamin C.
     http://nurfitriliani-fitrie.blogspot.com/2013/11/buah-mengandung-pektin-dan
     vitamin-c.html. (Diakses tanggal 30 Agustus 2014)
PS, Tim Penulis.  2012.  Budi Daya Tomat Secara Komersial. Jakarta: Penebar
     Swadaya.

Sabtu, 25 Oktober 2014

CONTOH SYAIR BAHASA INDONESIA

Berikut adalah contoh syair yang saya buat sendiri.. yang ada dikarenakan tugas. -_-
selamat menikmati...



tema: persahabatan
oleh : Adistiani Wulandari

ANDAI KAU TAHU

Hatiku serasa tak ingin pergi
Tapi apalah daya diri ini
Biarlah tetap kujalani
Memang ini harusnya terjadi
Suatu hal yang tidak dinanti
Telah membuat hati merinti
Saat merasakan sakit di hati
Sungguh aku ingin berhenti
Segala kenangan yang lalu
Kini telah terhapus oleh waktu
Dan terbakar menjadi abu
Ku mohon maafkanlah aku
Oh sungguh wahai sahabatku
Aku masih ingin bersamamu
Jangan menghindar dariku
Ku ingin kita seperti yang dulu








Minggu, 11 Mei 2014

Agama Budha

Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. Muncul sebagai protes terhadap perbedaan kasta, terutama kasta brahmana yang dianggap terlalu banyak mempunyai hak – hak istimewa, dan kasta kasta lain yang dianggap terlalu membedakan kedudukan seseorang. Semua itu dipandang kurang adil. Agama buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM.
Kitab suci agama buddha yaitu Tripitaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:
1.     Winayapitaka, berisi tentang peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluk agama Buddha.
2.     Sutrantapitaka, berisi tentang wejangan – wejangan atau ajaran sang Buddha.
3.     Abidharmapitaka, berisi tentang penjelasan dan uraian mengenai agama Buddha.
Dalam perkembangannya, agama Buddha pecah menjadi dua aliran, yaitu aliran Hinayana dan aliran Mahayana.
v Aliran Hinayana
Hinayana berasal dari bahasa Pali dan Sansekerta terdiri dari kata Hina (kecil) dan Yana (kendaraan). Penganut-penganut hinayana menitikberatkan meditasi untuk mencapai penerangan sempurna sebagai jalan yang terpendek dalam menyelami dhamma dan mencapai pembebasan atau Nibbana. Aliran Hinayana disebut juga aliranTheravada. Hinayana merupakan aliran agama Buddha yang menekankan kemurnian dan keotentikkan ajaran agama Buddha sesuai dengan yang diajarkan Buddha Siddharta Gautama. Aliran Hinayana menggunakan bahasa pali dalam peribadatan dan teks Tripitaka.
Pokok ajaran dalam Hinayana antara lain :
1.     Segala sesuatu itu bersifat fana serta hanya berada untuk sesaat saja.
2.     Dharma – dharma itu suatu kenyataan
Kitab suci Hinayana:
·        Vinaya Pitaka, (peraturan – peraturan golongan para bikhsu) bicara mengenai Sangha. Terdiri dari 3 buah tulisan yang yang membicarakan peraturan-peraturan tata-tertib bagi para bhiksu.
·        Sutta Pitaka, (keranjang pengajaran). Memuat 4 buah kumpulan yang besar dari pelajaran buddha. terdiri dari bermacam-macam ceramah yang diberikan oleh Buddha.
·        Abhimdhamma Pitaka, berisi analisis ajaran Buddha. Terdiri dari 7 buah naskah, yang merupakan uraian-uraian ilmiah yanmg kering tentang dogmatika.
Ciri – ciri Hinayana:
1.     Berfikir realism Phsikologis
2.     Menolak keberadaan sejati dan metafisika
3.     Buddha dipuja sebagai manusia normal yang mempunyai kelebihan tidak lebih
4.     Nibbana adalah hasil usaha sendiri dan jasa hanya dapat menginspirasi orang lain
5.     Nibbana adalah tujuan tertinggi dan akhjir dari npenderitaan
6.     Bodhisatwa adalah calon Buddha yang belum sempurna dalam penerangan
Dalam Hinayana, terdapat 10 Paramita (kebajikan), yaitu:
s  Dana
s  Sila
s  Nekkhamma
s  Panna
s  Viriya
s  Kshanti
s  Sacca
s  Adhitthana
s  Metta
s  Upekkha

v Aliran Mahayana
Mahayana berasal dari bahasa Sanskerta: महायान. Mahāyāna yang secara harafiah berarti ‘Kendaraan Besar’ adalah satu dari dua aliran utama Agama Buddha dan merupakan istilah pembagian filosofi dan ajaran Sang Buddha. Mahayana, yang dilahirkan di India, digunakan atas tiga pengertian utama:
1.     Sebagai tradisi yang masih berada, Mahayana merupakan kumpulan terbesar dari dua tradisi Agama Buddha yang ada hari ini, yang lainnya adalahTheravada. Pembagian ini seringkali diperdebatkan oleh berbagai kelompok.
2.     Menurut cara pembagian klasifikasi filosofi Agama Buddha berdasarkan aliran Mahayana, Mahayana merujuk kepada tingkat motifasi spiritual. (yang dikenal juga dengan sebutan Bodhisattvayana) Berdasarkan pembagian ini, pendekatan pilihan yang lain disebut Hinayana, atau Shravakayana. Hal ini juga dikenal dalam Ajaran Theravada, tetapi tidak dianggap sebagai pendekatan yang sesuai.
3.     Menurut susunan Ajaran Vajrayana mengenai pembagian jalur pengajaran, Mahayana merujuk kepada satu dari tiga jalan menuju pencerahan, dua lainnya adalah Hinayana dan Vajrayana. Pembagian pengajaran dalam Agama Buddha Vajrayana, dan tidak dikenal dalam ajaran Agama Buddha Mahayana dan Theravada.
Kitab – kitab Mahayana:
·        Karandavyuha
·        Saddharmapandarika
·        Lankavara sutra
·        Avatamkara sutra
·        Vajraccedhika sutra
Negara yang menganut ajaran Mahayana sekarang ini adalah:
1)    Nepal – Tibet – Mongolia
2)    Cina – Jepang – Korea
3)    Vietnam
4)    Indonesia
Pimpinan besar Mahayana:
o   Nagarjuna, yaitu pimpinan sangha yang ke – 14. Beliau mendirikan suatu perguruan mistik yang bernama Madhyamika.
o   Aryasangha, yaitu pimpinan Sangha pada abad ke-4 M. Beliau mengajarkan Yogacara dan ajaran bahwa kesadaran adalah yang sejati.
o   Canti Deva, yaitu pimpinan Mahayana terakhir. Beliau mengarang kitab Ciksasammucchaya dan Bodhicaryavatara.
Dalam Mahayana, terdapat 6 Paramita dan 4 Paramita tambahan, yaitu:
s  Dana
s  Cila
s   Ksanti
s  Virya
s  Dhyana
Paramita Tambahan:
s  Prajna
s  Upaya-kaucalya
s  Pranidhana
s  Bala
s  Jnana
Sekte-sekte dalam Mahayana:
1)    Sekte Madhyamikavada
2)    Sekte Kebaktian
3)    Sekte Bumi-Suci
4)    Sekte Yogacara
5)    Sekte Meditasi (Dhyana)