Buddha
artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. Muncul
sebagai protes terhadap perbedaan kasta, terutama kasta brahmana yang dianggap
terlalu banyak mempunyai hak – hak istimewa, dan kasta kasta lain yang dianggap
terlalu membedakan kedudukan seseorang. Semua itu dipandang kurang adil. Agama
buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun
± 531 SM.
Kitab
suci agama buddha yaitu Tripitaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan
bahasa poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:
1. Winayapitaka,
berisi tentang peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluk
agama Buddha.
2. Sutrantapitaka,
berisi tentang wejangan – wejangan atau ajaran sang Buddha.
3. Abidharmapitaka,
berisi tentang penjelasan dan uraian mengenai agama Buddha.
Dalam
perkembangannya, agama Buddha pecah menjadi dua aliran, yaitu aliran Hinayana dan aliran Mahayana.
v Aliran Hinayana
Hinayana berasal dari bahasa Pali dan Sansekerta
terdiri dari kata Hina (kecil) dan Yana (kendaraan). Penganut-penganut hinayana menitikberatkan meditasi untuk mencapai
penerangan sempurna sebagai jalan yang terpendek dalam menyelami dhamma dan
mencapai pembebasan atau Nibbana. Aliran Hinayana disebut
juga aliranTheravada. Hinayana merupakan aliran agama Buddha yang menekankan
kemurnian dan keotentikkan ajaran agama Buddha sesuai dengan yang diajarkan
Buddha Siddharta Gautama. Aliran Hinayana menggunakan bahasa pali dalam
peribadatan dan teks Tripitaka.
Pokok ajaran dalam Hinayana antara lain :
1. Segala
sesuatu itu bersifat fana serta hanya berada untuk sesaat saja.
2. Dharma
– dharma itu suatu kenyataan
Kitab suci Hinayana:
·
Vinaya
Pitaka, (peraturan – peraturan golongan para bikhsu) bicara mengenai Sangha. Terdiri dari 3
buah tulisan yang yang membicarakan peraturan-peraturan tata-tertib bagi para
bhiksu.
·
Sutta Pitaka, (keranjang pengajaran). Memuat 4
buah kumpulan yang besar dari pelajaran buddha. terdiri dari bermacam-macam
ceramah yang diberikan oleh Buddha.
·
Abhimdhamma Pitaka, berisi analisis ajaran
Buddha. Terdiri dari 7 buah naskah, yang merupakan uraian-uraian ilmiah yanmg
kering tentang dogmatika.
Ciri
– ciri Hinayana:
1.
Berfikir
realism Phsikologis
2.
Menolak
keberadaan sejati dan metafisika
3.
Buddha
dipuja sebagai manusia normal yang mempunyai kelebihan tidak lebih
4.
Nibbana
adalah hasil usaha sendiri dan jasa hanya dapat menginspirasi orang lain
5.
Nibbana
adalah tujuan tertinggi dan akhjir dari npenderitaan
6.
Bodhisatwa
adalah calon Buddha yang belum sempurna dalam penerangan
Dalam
Hinayana, terdapat 10 Paramita (kebajikan), yaitu:
s Dana
s Sila
s Nekkhamma
s Panna
s Viriya
s Kshanti
s Sacca
s Adhitthana
s Metta
s Upekkha
v Aliran
Mahayana
Mahayana berasal dari bahasa Sanskerta: महायान.
Mahāyāna yang secara harafiah berarti ‘Kendaraan Besar’ adalah satu dari dua
aliran utama Agama Buddha dan merupakan istilah pembagian filosofi
dan ajaran Sang Buddha. Mahayana, yang dilahirkan di India, digunakan
atas tiga pengertian utama:
1. Sebagai
tradisi yang masih berada, Mahayana merupakan kumpulan terbesar dari dua
tradisi Agama Buddha yang ada hari ini, yang lainnya adalahTheravada. Pembagian
ini seringkali diperdebatkan oleh berbagai kelompok.
2. Menurut
cara pembagian klasifikasi filosofi Agama Buddha berdasarkan aliran Mahayana,
Mahayana merujuk kepada tingkat motifasi spiritual. (yang dikenal juga dengan
sebutan Bodhisattvayana) Berdasarkan pembagian ini, pendekatan pilihan
yang lain disebut Hinayana, atau Shravakayana. Hal ini juga dikenal dalam
Ajaran Theravada, tetapi tidak dianggap sebagai pendekatan yang sesuai.
3. Menurut
susunan Ajaran Vajrayana mengenai pembagian jalur pengajaran,
Mahayana merujuk kepada satu dari tiga jalan menuju pencerahan, dua lainnya
adalah Hinayana dan Vajrayana. Pembagian pengajaran dalam Agama Buddha
Vajrayana, dan tidak dikenal dalam ajaran Agama Buddha Mahayana dan Theravada.
Kitab – kitab Mahayana:
·
Karandavyuha
·
Saddharmapandarika
·
Lankavara sutra
·
Avatamkara sutra
·
Vajraccedhika sutra
Negara yang menganut ajaran Mahayana
sekarang ini adalah:
1) Nepal
– Tibet – Mongolia
2) Cina
– Jepang – Korea
3) Vietnam
4) Indonesia
Pimpinan besar Mahayana:
o
Nagarjuna, yaitu pimpinan sangha yang ke
– 14. Beliau mendirikan suatu perguruan mistik yang bernama Madhyamika.
o
Aryasangha, yaitu pimpinan Sangha pada
abad ke-4 M. Beliau mengajarkan Yogacara dan ajaran bahwa kesadaran adalah yang
sejati.
o
Canti Deva,
yaitu pimpinan Mahayana terakhir. Beliau mengarang kitab Ciksasammucchaya dan
Bodhicaryavatara.
Dalam Mahayana, terdapat 6 Paramita dan 4 Paramita
tambahan, yaitu:
s Dana
s Cila
s Ksanti
s Virya
s Dhyana
Paramita Tambahan:
s Prajna
s Upaya-kaucalya
s Pranidhana
s Bala
s Jnana
Sekte-sekte dalam Mahayana:
1) Sekte
Madhyamikavada
2) Sekte Kebaktian
3) Sekte Bumi-Suci
4) Sekte Yogacara
5) Sekte Meditasi
(Dhyana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar